Welcome in my wordpress – I hope you like this wordpress ~

FF | Because of You … Friends | Twoshoot – 1

Because of You … Friends

Because of You ... Friends

Tittle : Because of You … Friends
Author : Fanha Xiao Chan Fany a.k.a Syifa Fadia
Genre : Romance, Friendship
Cast :
– Hwang Hyemi
– Byun Baekhyun

Other Cast :
– Park Eunra
– Lee Yeonji
– Oh Sehun

Song : Taeyeon & Tiffany SNSD – Because of You
______________________________________________________

Author PoV

Di suatu malam yang sunyi juga sepi, terdapat seorang yeoja yang sedang duduk di bangku taman belakang rumahnya. Ia sedang menatap kosong ke depan. Kini, ia tau kenapa dirinya dari kecil sampai sekarang ini sering sakit perut, mual, pusing, dan hal-hal lainnya yang membuat dirinya merasa tidak nyaman. 

Ternyata, ia terkena menderita penyakit Hemofilia. Ya, kalian tau bukan kalau penyakit itu bukanlah penyakit yang berasal dari makanan yang seseorang makan ataupun minuman yang seseorang minum, melainkan karena faktor keturunan dari eomma seseorang waktu lahir.

Yeoja itu bingung apa ia bisa sembuh dari penyakitnya itu atau tidak. Ia pun berfikir bahwa dirinya tidak bisa disembuhkan karena penyakit yang ada didalam tubuhnya ini adalah penyakit faktor keturunan dari eommanya. Namun disisi lain, ia mengingat perkataan dokter yang tadi siang memeriksanya. Dokter itu mengatakan bahwa dirinya bisa sembuh dari penyakitnya itu, namun hanya kemungkinan kecil.

Walapun hanya kemungkinan kecil ia bisa sembuh dari penyakitnya itu, ia mencoba untuk sembuh dari penyakitnya dan juga penyakit eommanya yang kini juga mempunyai penyakit sama sepertinya. Namun, kata dokter itu jalan satu-satunya untuk sembuh hanyalah dengan menjalankan operasi. Ia pun memikirkannya kembali, jika ia dan juga eommanya menjalankan operasi, dapat uang darimana ia. Apalagi harga operasi penyakit parah seperti penyakitnya ini sedang sangat mahal.

Dan juga, saat ini perusahaan ayahnya hampir bangkrut. Jika meminjam uang pada teman-temannya, ia pun merasa tidak enak karena biasanya dialah yang selalu mentraktir semua temannya. Baginya, sekarang mendapat uang 1 won saja susah sekali.

Ia bingung apa yang harus ia lakukan, biasanya ia selalu menggunakan uang ayahnya untuk biaya operasi eommanya dan juga ia selalu membeli barang-barang yang ia inginkan. Tapi sekarang ? Lihatlah, apa yang terjadi pada keluarga yeoja itu. Keluarganya begitu sangat kekurangan sekarang. Eommanya yang mengidam penyakit yang parah, ayahnya yang sedang pusing memikirkan perusahaan, ditambah juga dirinya yang juga mengidam penyakit yang parah sama seperti eommanya..

TES

TES

TES

Tiba-tiba yeoja itu menitihkan air matanya begitu ia mengingat keadaan keluarga yang sekarang.
Saat yeoja itu sedang meratapi nasibnya sekarang ini, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya dari arah belakang tempat duduknya.

“Ya ! Hyemi-ah !”

Yeoja yang bernama Hyemi itu pun segera bangkit dari duduknya dan menolehkan kepalanya kebelakang untuk melihat siapa yang memanggilnya itu.
Dan ternyata yang memanggilnya adalah …………
BAEKHYUN
Yap, Baekhyun adalah salah satu dari ke-4 orang temannya itu. Setelah mengetahui yang memanggil namanya Baekhyun, Hyemi pun segera menghapus kedua ibu jarinya dengan cepat supaya tidak diketahui oleh temannya yang bernama Baekhyun itu. Baekhyun pun segera menghampiri Hyemi dan menyapa yeoja yang dipanggilnya itu.

“Hai !”

Sapa Baekhyun yang diikuti dengan senyumannya yang terbentuk dibibirnya itu.

“Hai juga !”

Balas Hyemi dengan tersenyum untuk membalas senyuman temannya itu.

Tiba-tiba senyuman Baekhyun hilang begitu ia melihat mata Hyemi yang sedikit bengkak seperti orang yang habis menangis. Hyemi yang melihat Baekhyun sedang diam menatap dirinya itu pun bingung dan segera menyadarkan temannya itu dengan menepuk pelan pundak Baekhyun.

“Hei oppa ! Gwenchanayo ?”

“A-a ah ne, gwenchana.”

Jawab Baekhyun yang masih sedikit terkejut dengan perlakuan Hyemi. Ia pun segera refleks dari lamunannya itu.

“Oh kukira kau kenapa-napa , habisnya melihatku seperti itu.”

Baekhyun pun hanya tersenyum kecut melihat Hyemi yang berkata itu sambil mengerucutkan bibirnya. Ia pun segera melanjutkan pertanyaannya yang ia ingin tanyakan pada Hyemi.

“Emm, apa kau habis menangis Hyemi ?”

Hyemi pun tersentak kaget dengan pertanyaan yang ditanyakan Baekhyun. Ia pun terpaksa menjawabnya dengan berbohong dan tersenyum untuk memastikan bahwa dirinya baik-baik saja dan tidak habis menangis.

“MWO ? Apa maksdumu bertanya seperti itu, huh ? T-t tentu saja aku tidak menangis.”

“Sudahlah jangan berbohong padaku. Aku bisa melihat dari matamu, kalau kau habis menangis kan. Ceritakanlah padaku.”

Hyemi pun kehabisan kata-kata untuk membalas perkataan Baekhyun.Akhirnya ia pun hanya menghela nafas dan segera menggantik topik pembicaraannya pada temannya ini.

“Aish sudah kubilang tidak ya berarti tidak. Sudahlah lupakan, kemana Eunra, Yeonji, dan Sehun ?”

“Haha, kau memang pandai ya saat mengganti topik pembicaraan. Entahlah, mungkin mereka sedang sibuk dengan urusannya masing-masing.”

Baekhyun pun menjawab Hyemi dengan santai dan asal yang membuat Hyemi sedikit kesal karena menjawabnya dengan asal.

“YAK ! Kalau kau tidak tau, katakan saja tidak tau. Tak usah menjawabnya dengan asal seperti itu.”

“Hmm, sudahlah. Daripada kita memikirkan mereka ber-3, lebih baik kita ke Sungai Han saja, eotteohke ? Lagipula, jarak rumahmu dengan Sungai Han tidak begitu jauh kan.”

“Huh, baiklah.”

Hyemi pun hanya mengikuti kemauan temannya yang satu ini. Dan mereka pun segera menaiki mobil Baekhyun untuk menuju ke Sungai Han.

***

Mereka pun sampai di Sungai Han dan duduk di tepi-tepi sungai itu. 
Sudah cukup lama lama mereka duduk di tepi sungai itu, namun belum ada yang membuka pembicaraan. Hanya hembusan-hembusan angin dan bintang saja yang menemani mereka. Dan, pada akhirnya pembicaraan pun dibuka oleh Hyemi.

“Hmm, oppa !

“Ne ?!”

“Bisakah kau membelikan sebuah minuman untukku, aku haus.”

“Ne, baiklah. Kau tunggu disini ya.”

Baekhyun pun bangkit dari duduknya dan segera menuju tempat penjual minuman. Dan tinggalah sendiri Hyemi. Hyemi pun hanya duduk manis sambil menunggu Baekhyun datang dan juga melihat aliran-aliran air Sungai Han yang lancar.

TES

TES

TES

Tiba-tiba ia merasa ada yang keluar dari hidungnya. Dengan segera, ia memegang hidungnya dengan jari telunjuknya. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat kembali jari telunjuknya yang berdarah. Dan juga. tiba-tiba ia merasa pusing, dan semakin lama semakin pusing. Ia pun memegang kuat-kuat kepalanya untuk menghilangkan sedikit rasa pusingnya itu.

“Aish, kumohon jangan sekarang, aku tidak ingin dia melihatku dalam keadaan lemah seperti ini. Kumohon jangan, jebal.” batin Hyemi.

Namun, karena memang tubuhnya lemah, akhirnya ia pun pingsan karena tak kuat melawan rasa pusingnya itu. Dan tak lama kemudian Baekhyun pun datang dengan 2 minuman yang ada di tangannya. Ia pun berjalan menuju tempat yang tadi ia duduk bersama Hyemi. Dan ia pun tersentak kaget karena melihat keadaan Hyemi yang sedang pingsan. Dengan cepat, ia pun membuang kedua minuman itu dari kedua tangannya dan bergegas menggendong tubuh Hyemi kearah mobilnya. Baekhyun pun segera menaruh Hyemi di mobilnya begitu pun dengan dirinya. Dan, dengan cepat ia pun segera mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit. 

***

Mereka pun sampai dirumah sakit, Baekhyun pun segera turun dari mobilnya dan juga membukan pintu mobil tempat Hyemi duduk, dan segera menggendongnya untuk diperiksa. 
Saat masuk ke rumah sakit, kebetulan sekali ada suster yang sedang lewat. Baekhyun pun tidak melewatkan kesempatan itu, ia pun segera memanggil suster itu, dan suster itu pun mendengar jika ada yang memanggilnya itu langsung menanggapi suara itu berada. Dan juga, suster itu pun segera membantu Baekhyun untuk membawa Hyemi ke ranjang rumah sakit yang biasa dipakai oleh orang-orang untuk diperiksa oleh dokter.

***

Dokter pun keluar dari ruangannya bertanda bahwa ia sudah memeriksa Hyemi. Baekhyun yang menyadari dokter keluar pun segera bangkit dari duduknya dan segera bertanya keadaan temannya itu.

“Emm, dokter ! Eotteohke keadaan teman saya ?”

“Oh, jadi kau temannya. Dia baik-baik saja, dan saya sarankan jagalah teman anda dengan baik dan juga jangan sampai ia terluka sedikit pun karena jika ia tidak dijaga dengan baik, maka penyakit yang dialaminya ini akan semakin parah baginya.”

Begitulah jawaban dokter atas apa yang ditanyakan oleh dirinya sendiri. Baekhyun pun sedikit tidak mengerti perkataan dokter itu. Penyakit yang dialaminya akan semakin parah ? Pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul di benaknya. Apa Hyemi mempunyai penyakit ? Jika iya, kenapa ia tidak bercerita kepadanya dan ke-3 temannya yang lain.

“Mwo ? Maksudmu, apa teman saya itu mempunyai penyakit ? Apakah itu akan membahayakan bagi dirinya ? Apa penyakit itu bisa disembuhkan ?

Pertanyaan yang bertubi-tubi itu pun keluar begitu saja dari mulut Baekhyun. Ia sangat khawatir tentang keadaan Hyemi sekarang. Ia takut kalau terjadi apa-apa dengannya. 

“Emm, ya. Bisa dibilang begitu, karena teman anda mengidam penyakit yang sulit untuk disembuhkan.”

“Memangnya teman saya menderita penyakit apa ?”

Dokter itu sedikit tersentak atas pertanyaan Baekhyun. Ia pun hanya menghela nafas dan segera menjawab pertanyaan yang diberikan Baekhyun padanya.

“Teman anda … emm teman anda ….”

Dokter itu menggantungkan perkataannya karena sedikit merasa tidak nyaman jika ia memberitaunya. Namun, karena Baekhyun yang sudah tidak sabar atas jawaban dokter, ia pun menarik kerah baju dokter itu lalu membentaknya untuk memberitau penyakit apa yang diderita oleh Hyemi kepadanya.

“HEI DOKTER ! CEPAT KATAKAN KALAU TEMAN SAYA ITU MENDERITA PENYAKIT APA ! CEPAT KATAKAN.”

Dokter itu pun kaget atas perlakuan Baekhyun kepadanya. Dan ia pun segera memberitau penyakit apa yang diderita oleh temannya yang bernama Hyemi itu.

“N-n ne, akan saya katakan. Teman anda … teman anda menderita penyakit ‘HEMOFILIA’.

DEG

Song : Taeyeon ft. The One – Like A Star

Serasa ditusuk 1000 jarum hatinya ketika mendengar perkataan dokter itu. Dan, perlahan Baekhyun pun melepas kedua tangannya dari kerah baju dokter itu dan seketika itu juga tubuhnya lemas dan ia mulai menatap kosong kearah ruang rawat Miyoung yang sedang terbaring itu.

“Baiklah tuan, saya permisi. Annyeong”

Dokter itu pun meninggalkan Baekhyun yang masih saja setia menatap kosong kearah Hyemi, temannya itu.

Author PoV End 
* * *
Baekhyun PoV 

Aku pun tersentak mendengar jawaban dokter itu. Ya, aku memang tau apa itu penyakit Hemofilia itu. Sebuah penyakit yang berasal dari setiap eomma seseorang waktu lahir. Namun, kenapa itu terjadi pada seorang yeoja ? Bukankah penyakit itu hany diderita oleh namja. Memang bisa untuk yeoja, namun, itu sungguh peristiwa yang langka.

Hatiku sakit dan juga sesak mengingat kembali perkataan dokter tadi yang sudah meninggalkanku sendiri. Aku pun hanya bisa menatap kosong kearah ruang rawat Hyemi yang ada didepanku ini. 

Namun, aku mulai membuka pintu itu dengan perlahan. Dan, kulihatlah seorang yeoja yang aku cintai kini tengah terbaring lemas diatas ranjang rumah sakit itu. Hatiku kembali sesak melihatnya begitu lemah di hadapanku saat ini.

Aku pun mempercepat langkahku dan sampailah aku di samping tepat Hyemi terbaring. Aku masih saja menatap Hyemi dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Aku masih belum bisa percaya atas apa yang dikatakan oleh dokter sebelumnya. Bagaiman bisa seorang Hyemi yang selalu tertawa bersamaku, bermain bersamaku, dan selalu melakukan apa pun denganku dan juga ke-3 teman kami yang lain, kini tengah terbaring lemah di ranjang yang sangat menakutkan itu.

Aku pun mulai mensejajarkan tubuhku dengan tinggi ranjang tempat Hyemi terbaring. Aku pun menggenggam tangan Hyemi dengan erat menandakan bahwa aku memang tidak ingin Hyemi pergi dari kehidupanku.

“Hyemi-ah, kenapa kau tidak bilang kepadaku dan teman-teman kita yang lain. Kenapa kau menutupi penyakitmu dari kami. Bukankah kita sudah berjanji kalau tidak ada yang boleh kita tutup-tutupi karena kita ini adalah sahabat. Sahabat yang selalu bersama selamanya dan tidak akan pernah terpisahkan. Tapi, kenapah kau malah berbohong pada kami Hyemi. Kenapa Hyemi, kenapa ?”

“Hyemi-ah, kumohon bangunlah, aku mohon Hyemi. Apa aku harus membelikan banyak boneka lumba-lumba favoritmu sehingga kau bangun, apa aku harus membeli 10 atau pun lebih coklat yang kau sukai, aoa aku harus membeli banyak minuman Green Tea yang kau sukai itu . Apa aku harus membeli dan membawakan semua yang kau sukai kesini supaya kau bangun Hyemi. KATAKAN HYEMI, KATAKAN ! Apa yang harus aku lakukan supaya kau bangun dari tidurmu sekarang ini dan kembali tertawa bersamaku dan juga Eunra, Yeonji, Sehun.”

“Hyemi-ah, aku mohon sekali lagi padamu, tolong bangun Hyemi, bangunlah. Apa kamu mau meninggalkanku dan teman kita yang lain ? Ayolah Hyemi, bangunlah. Mungkin jika Eunra, Yeonji, dan Sehun melihatmu dalam keadaan seperti ini, pasti juga merasakan seperti apa yang kurasakan saat ini. Sakit sekali melihatmu seperti ini, bahkan sangat sangat sakit Hyemi-ah. Kau membuat kami kecewa Hyemi, bukankah kau sendiri yang membuat peraturan bahwa diantara kita ber-5 tidak adak yang boleh menutup-nutupi sesuatu hal baik itu penting maupun tidak penting kepada kita kan. Tapi, kenapa kau malah melanggar peraturang yang kau buat sendiri Hyemi. Ayolah Hyemi, bangunlah. Dengarlah kata-kataku ini yang kuucapkan sedari tadi. Sungguh, aku dan teman yang lain juga akan sedih melihatmu seperti ini Hyemi. Kau tau sendiri bukan, kalau kau adalah orang yang paling bersemangat dan juga berisik diantara kita. Jika kau tidak ada, akan terasa hampa bagi kami Hyemi. Ingatlah bahwa kita selalu tertawa bersama, bermain bersama, kesana kemari bersama, bahkan kemanapun kita pergi pasti kita akan bersama bukan. Tapi lihatlah sekarang, kau bahkan tidak tersenyum sedikitpun padaku sekarang.”

“Hyemi-ah, kami ingin kau yang dulu. Hyemi yang selalu tersenyum dan tertawa, Hyemi yang selalu jahil, Hyemi yang kuat, Hyemi yang berisik, Hyemi yang manja. Kami ingin kau menjadi Hyemi yang selama ini kami kenal dan sekarang, kau bukanlah Hyemi yang kami kenal Hyemi-ah. Jika kau ingin kami bahagia, bangunlah. Ayo bangun Hyemi, bangunlah dari ranjang yang menakutkan ini dan kembalilah tertawa bersama kami Hyemi.”

Kata demi kata pun keluar begitu saja dari mulutku. Perlahan, namun pasti akan jatuh air mataku ini. Sungguh, aku tidak bisa menahan air mataku saat ini. Sangat sakit dan sesah hati ini melihatmu dalam keadaan seperti ini. Jadilah Hyemi yang kami kenal, kumohon. Saat ini, apakah aku harus memberitau Eunra, Yeonji, juga Sehun tentang keadaan Hyemi ? Mungkinkah ??? Tapi aku juga tidak ingin ke-3 temanku itu merasakan apa yang kurasakan sekarang ini saat melihat keadaan Hyemi sekarang ini.
Aku pun hanya bisa menggenggam erat tangan Hyemi dan karena aku sedikit mengantuk dan juga mataku yang bengkak karena mungkin habis menangis tadi akhirnya aku tertidur dengan sendirinya.

Baekhyun PoV End

***

Author PoV 

Terlihat 2 orang yeoja dan 1 orang namja yang sedang menikmati makanan serta minuman yang kini ada di hadapannya. Ya, tidak salah lagi kalau mereka sedang berada di Cafe Genie. Cafe itu adalah cafe yang paling terkenal di Seoul dan juga letaknya yang ada di Mall Sinchan. Mereka ber-3 pun masih asyik dengan makanannya masing-masing. Namun, tak lama kemudian mereka pun menyudahi acara makan mereka dan mereka juga sebentar merelax-kan tubuh mereka mungkin karena kenyang atas apa yang baru dimakannya.

Mereka pun melanjutkan aktivitasnya untuk menelusuri lebih dalam Mall Sinchan itu ketika mereka merasa sudah mempunyai kekuatan untuk berjalan kembali. Di tengah perjalan, salah satu dari mereka menghentikan ativitas berjalannya. Dan ke-2 temannya itu pun merasa aneh dengan sikap temannya yang satu itu. Dan, mereka ber-2 pun bergegas berbalik untuk bertanya mengapa temannya yang satu itu berhenti di tengah-tengah perjalanannya. Mereka adalah Eunra, Yeonji, dan Sehun

“Hei, kau. Kenapa berhenti ?”

“Ne, kenapa kau berhenti, eoh ? Ada yang salahkah ?”

Pertanyaan bertubi-tubi itu pun keluar begitu saja dari mulut Sehun dan juga Yeonji. Eunra yang merasa tidak merasa enak karena ditanya dengan pertanyaan bertubi-tubi itu pun sedikit kesal dan hanya bisa menghela nafas lalu menjawab pertanyaan ke-2 temannya itu.

“Huh, kenapa kalian menanyakan pertanyaan yang bertubi-tubi padaku ? Membuatku bingung saja untuk menjawabnya.”

“Sudahlah jawab saja. Kau ini cepat sekali marahnya.”

Eunra yang mendengar perkataan Sehun pun menjadi semakin kesal. Dan, mau tidak mau ia harus bisa menahan emosinya. Karena memang Sehun itu adalah orang yang paling bisa membuat orang yang ada di dekatnya itu kesal.

“Aish, baiklah. Emm, aku berhenti berjalan karena aku merasa ada sesuatu yang sedang menimpa sahabat kita si Hyemi.”

Yeonji dan Sehun pun tersentak kaget atas jawaban yang diberikan Eunra. Namun, mereka pun memastikan jika Eunra sedang dalam keadaan yang baik-baik saja dengan tangan meletakkan tangan mereka (Yeonji dan Sehun) ke kening Eunra yang membuat Eunra yang tadinya kesal menjadi tambah kesal atas perlakuan ke-2 temannya itu kepada dirinya dan langsung saja ia menyingkirkan tangan ke-2 temannya itu dengan kasar.

“YAK ! Kalian ini, apa-apaan sih ! Aku ini baik-baik saja. Bisa tidak kalian itu percaya padaku kali ini, walapun aku biasanya sering membohongi kalian. Tapi kali ini tuh tentang keadaan Hyemi tau !”

Lagi-lagi Yeonji dan Sehun tersentak untuk yang ke-2 kalinya. Mereka (Yeonji dan Sehun) pun mencerna kembali kata-kata Eunra yang baru saja diucapkan. Setelah mereka pikir-pikir, ada benarnya juga perkataan Eunra karena mereka juga merasakan hal yang sama. Mereka ber-2 pun meminta maaf atas perlakuannya pada Eunra karena telah membuat Eunra kesal.

“Hmm, benar juga katamu Eunra. Mian ne telah membuatmu kesal, hehehe.”

Permintaan maaf itu pun keluar dari mulut Sehun yang juga dianggukkan oleh Yeonji. Dan permintaan maaf mereka pun diterima oleh Eunra. Setelah itu, Eunra pun memustukan untuk pergi dari Mall Sinchan itu dan bergegas menuju ke rumah sahabatnya yang bernama Hyemi.

“Baiklah, aku maafkan. Yasudah ayo kita kerumah Hyemi.”

Perkataan Hyemi itu pun hanya mendapat jawaban anggukkan oleh ke-2 orang temannya itu. Mereka pun segera memasuki mobil Sehun dan bergegas pergi menuju rumah Hyemi.

***

Mereka ber-3 pun sampai di rumah Hyemi dan segera keluar dari mobil Sehun lalu bergegas untuk ke arah pintu rumah Hyemi. Sesampainya mereka, mereka pun mengetuk pelan pintu rumah Hyemi dan sesekali mereka memanggil nama ‘Hyemi’. Dan, keluarlah seorang yeoja paruh baya yang tak asing lagi untuk mereka. Ya, yeoja itu adalah eomma dari Hyemi. Tau kalau yang keluar eomma Hyemi, mereka ber-3 pun membungkuk dan memberi salam pada eommanya Hyemi.

“Annyeong ahjumma.”

Ucap mereka kompak diiringi dengan bungkukkan supaya terlihat sopan. Lalu, eomma Hyemi pun hanya tersenyum kecil dan bertanya untuk apa mereka datang malam-malam ke rumahnya itu.

“Kalian datang malam-malam kesini untuk apa ? Apa kalian butuh Hyemi ?”

Mereka pun hanya menganggukkan kepala mereka masing-masing, menandakan kalau pertanyaan eomma Hyemi itu benar. Lalu eomma Hyemi pun menjawabnya dan sesekali mempersilahkan mereka ber-3 untuk masuk ke dalam rumahnya namun ditolak dengan alasan karena mereka sedang terburu-buru.

“Oh. Hyemi sedang ada di taman. Kalau begitu, apa kalian ingin masuk dulu ?”

“A-a ani ahjumma. Kami sedang terburu-buru, jadi kami langsung ke taman saja ne.”

Itulah jawaban yang diberikan oleh Yeonji pada ahjumma di hadapannya ini. Mereka pun segera pamit pada Eomma Hyemi lalu bergegas menuju taman rumah Hyemi.

“Baiklah ahjumma, kami ke taman dulu ne Annyeong.”

Setelah Sehun mengatakan itu, mereka pun segera bergegas ke taman untuk melihat Hyemi dan juga eomma Hyemi yang kembali masuk ke dalam rumahnya.

Setelah sampai di taman, mereka pun terkejut karena tak melihat siapa pun disana termasuk Hyemi. Karena kebingungan Hyemi berada dimana, Eunra pun menelfon Baekhyun yang termasuk temannya juga, mungkin Baekhyun tau keberadaan Hyemi sekarang. 

Baekhyun yang mendengar HP nya berbunyi pun segera bangun dari tidurnya. Lalu melihat siapa yang menelfonnya malam-malam seperti ini, dan ia pun cukup terkejut karena yang menelfonnya itu adalah Eunra. Ya, ia memang tau apa yang ingin dikatakan oleh Eunra, pasti menanyakan keberadaan Hyemi. Ia bingung antara menjawab atau tidak. Apa ia harus kasih tau keberadaan dan juga keadaan Hyemi sekarang ? Memang, ia ingin berbagi rasa dengan temannya itu, namun, takut jika ke-3 temannya itu merasakan apa yang ia rasakan saat ini.

Tapi, akhirnya ia pun mengangkat telfon dari temannya itu karena tak bisa lagi menahan rasa ini sendirian.

“Yeoboseyo.”

“Ne, yeoboseyo.”

“Ada apa kau menelfonku malam-malam seperti ini.”

“Ne, sebelumnya mian karena aku telah menelfonmu malam-malam begini.”

“Ne, arra. Cepat katakan kenapa kau menelfonku.”

“Baiklah, apa kau tau Hyemi ada dimana ?”

“E-e-e di-di dia ada …..”

“Aish, sudah kutebak kau pasti tau. Cepat katakan ada dimana dia, kami ingin menemuinya.”

“Mwo ? Kau bilang kami ?”

“Tentu saja, maksudku itu aku, Yeonji, dan Sehun.”

“Oh, ne.”

“Aish, kau ini. Cepat katakan dimana Hyemi !”

“D-d dia ada di rumah sakit bersamaku.”

“Mwo ? Memang dia kenapa ? Kenapa dia ada dirumah sakit ? Sakitkah atau …”

“YAK ! Lebih baik kalian kesini saja, ke Rumah Sakit Seirin. Akan kujelaskan kenapa Hyemi sampai bisa masuk rumah sakit kalau kalian sudah ada disini.”

“Ne, ne. Arraseo, kami akan kesana.”

Setelah disuruh Baekhyun untuk pergi menemuinya di Rumah Sakit Seirin, Eunra pun segera mematikan telfonnya dan mengajak ke-2 temannya itu untuk meneju rumah sakit yang dimaksud Baekhyun itu dengan mobil Sehun.

***

Mereka ber-3 pun sampai di Rumah Sakit Seirin, dan segera keluar dari mobil lalu bergegas untuk menemui Hyemi. Saat masuk ke dalam rumah sakit itu, salah satu dari mereka pun bertanya kepada petugas rumah sakit disana untuk menanyakan di ruang ke berapa Hyemi berada.

“Permisi, boleh saya bertanya, di ruang ke berapa yeoja yang bernama Hwang Hyemi dirawat ?

“Oh, sebentar. Akan saya cek.”

Petugas rumah sakit itu pun segera mengecek yeoja bernama Hwang Hyemi itu di daftar pasien Rumah Sakit Seirin. Dan setelah ketemu, ia pun segera memberitau kepada orang yang menanyakan ruang Hyemi dirawat.

“Oh, yeoja yang bernama Hwang Hyemi berada dikamar 112.”

Setelah mendengar jawaban petugas itu, mereka pun membungkukkan tubuh mereka supaya dilihat sopan dan bergegas ke ruang Hyemi dirawat.

Setelah sampai di ruang 112, mereka pun memastikan kalau benar yang di dalam itu adalah teman mereka yaitu Hyemi. Dan, betapa terkejutnya mereka ketika melihat dari kaca pintu itu terdapat seorang yeoja yang tengah terbaring dengan tangan yang digenggam erat oleh seorang namja. Ya, mereka memang tau siapan ke-2 orang di dalam ruangan itu. 

Yeonji pun membuka pintu itu perlahan, lalu masuk ke dalam ruangan itu dengan Eunra dan Sehun yang mengikutinya dari belakang. Tubuh mereka lemas dan juga bergetar melihat Hyemi yang sedang terbaring lemah di ranjang itu. Perlahan, Eunra memegang pundak Baekhyun yang sedang sedikit tiduk dengan menyembunyikan kepalanya di kedua tangannya yang sedang menggenggam tangan Hyemi. Baekhyun yang merasa pundaknya dipegang oleh seseorang pun segera bangun dari tidurnya itu lalu melihat siapa yang memegang pundaknya itu. Setelah mengatahui itu adalah Eunra, Baekhyun pun tersenyum kecut dan mengucek-ngucek matanya supaya tidak merasa ngantuk lagi.

“Hmm, ternyata kalian sudah datang.” ucap Baekhyun.

“Tentu saja, bukankah tadi aku sudah bilang ditelfon kalau kami ingin menemui Hyemi.”

Eunra mengucapkan itu dengan sedikit tidak jelas karena menahan air matanya untuk tidak menangis. Lalu karena Sehun seorang namja, ia sedikit kuat untuk menahan air matanya itu dan bertanya pada Baekhyun kenapa bisa Hyemi masuk rumah sakit.

“Baekhyun ?!”

Baekhyun yang sedari tadi hanya melihati Hyemi pun tersentak ketika mendengar ada seseorang yang memanggilnya. Ia pun menolehkan kepalanya untuk melihat siapa yang memanggilnya itu. Dan ternyata Sehun lah yang memanggilnya. Ia pun segera bangkit dari duduknya dan berjalan kearah Sehun yang memanggilnya itu.

“Ne, waeyo ?”

“Kenapa Hyemi bisa sampai masuk rumah sakit ?”

Baekhyun terdiam sejenak mendengar pertanyaan Sehun. Ia pun mulai menceritakan kenapa Hyemi bisa sampai rumah sakit kepada ke-3 temannya itu. Mulai dari ia yang melihat Hyemi sedang melihat Hyemi yang sedang duduk di taman dan matanya sedikit bengkak karena habis menangis sampai saat ia melihat Hyemi yang pingsan di tepi Sungai Han. Semuanya ia ceritakan dari pertama bertemu Hyemi sampai akhirnya Hyemi pingsan lalu dibawanya ke rumah sakit. 

Saat menceritakan itu, tubuh Baekhyun kembali lemas dan hatinya sesak kembali dan juga ia sudah tidak bisa menahan air matanya dan membiarkan air matanya itu membasahi pipinya yang putih nan mulus itu. Begitu juga yang dirasakan oleh ke-3 temannya yaitu Eunra, Yeonji, dan Sehun. Mereka terlihat sudah menitihkan air matanya ketika Baekhyun mulai menceritakan tentang Hyemi itu.

Hening sudah keadaan ruangan itu. Hanya ada isakan demi isakan yang menghiasi ruangan itu dan isakan itu hilang begitu mereka semua melihat jari-jari tangan Hyemi yang perlahan mulai gerak. Mereka pun segera menghampri Hyemi dengan posisi Sehun dan Yeonji di sebelah kanan Hyemi sedangkan Baekhyun dan Eunra di sebelah kiri Hyemi.

Perlahan, Hyemi pun mulai membuka matanya dan mengerjap-ngerjapkan kembali matanya untuk melihat jelas siapa yang sekarang berada di kanan kirinya. Hyemi pun tersenyum kecut melihat semua teman-temannya kini datang untuk menjenguknya. Baekhyun pun memberanikan diri untuk bertanya pada Hyemi mengenai keadaannya.

“Hyemi, akhirnya kau bangun juga. Eotteohke keadaanmu ?”

Hyemi pun hanya bisa tersenyum atas perhatian Baekhyun kepadanya, lalu dengan sedikit tenaga, ia pun mulai menjawab pertanyaan dari Baekhyun itu.

“E-em, a-aku tidak a-apa a-apa kok.”

Jawaban Hyemi pun tidak terlalu jelas, maklum karena dirinya yang masih terbaring lemah di ranjang itu. Namun, cukup terdengar oleh semua temannya yang ada dalam satu ruangan dengan Hyemi.

Yeonji yang sedari tadi hany diam, kini mengajuka pertanyaannya ke Hyemi, kenapa ia sampai bisa masuk rumah sakit. Walau sudah diceritakan oleh Baekhyun tadi, namun, ia ingin mendengar langsung oleh Hyemi.

“Hei Hyemi, kenapa kau bisa sampai masuk rumah sakit ?”

Hyemi pun tersentak kaget mendengar pertanyaan dari temannya yang satu ini bernama Yeonji. Ia pun hanya menghela nafas dan menjawabnya.

“I-i itu k-k karen a-a aku, emm, a-a aku …”

“Sudahlah Yeonji, bukankah kau tadi sudah kuberitau tentang Hyemi.”

Hyemi pun merasa lega karena Baekhyun sudah membelanya, ya walaupun itu bukan bermaksud untuk membelanya. Yeonji pun hanya meniup poninya bosan.

“Huh, ne ne. Tapi aku hanya ingin mendengarnya langsung, ya kalau tidak boleh juga tidak apa-apa.”

Semua yang ada di ruangan itu pun tertawa karena melihat kelakuan Yeonji yang seperti anak-anak. Ya, memang di antara mereka yang bersifat layaknya anak-anak hanya dia (Yeonji). Yeonji yang merasa dirinya ditertawai pun menjadi kesal karena teman-temannya ini menertawainya. Ya, dia memang tau kalau sifatnya ini terlalu anak-anak. Tapi apa boleh buat ? Itu memang sudang sifat aslinya.

Seketika itu, suasana menjadi hening, tidak ada yang berbicara. Hanya ada suhu dingin AC yang menyelimuti mereka. Namun, karena ini memang sudah larut, Hyemi pun membisakan dirinya untuk menyuruh mereka semua untuk pulang.

“Y-y yasudah k-k kalian pulanglah, i-i ini s-s sudah cu-cukup malam.” ucap Hyemi.

“Ne, kalian pulanglah biar aku yang mengurus Hyemi.”

Seketika itu semua mata tertuju pada Baekhyun. Tumben sekali Baekhyun ingin menemani Hyemi semalaman, biasanya dia lah yang paling malas untuk menunggu teman-temannya. Tapi kali ini ? Lihatlah, sepertinya dia menyukai Hyemi.

“Hei kau Baekhyun, tumben sekali kau ingin menunggu Hyemi, biasanya kau paling malas kalau soal tunggu-menunggu. Jangan-jangan, kau suka lagi dengan Hyemi. Hahaha.”

Suasana yang tadi sedikit hening pun mulai terderangar suara orang yang sedang tertawa. Ya, semua orang yang ada di ruangan itu pun akhirnya tertawa mendengar perkataan Sehun kecuali Baekhyun dan Hyemi yang wajahnya sudah merah padam karena mendengar perkataan Sehun. Baekhyun dan Hyemi pun menundukkan sedikit kepala mereka agar teman-temannya tidak melihat betapa merahnya wajah mereka.

Tak lama dari itu, Baekhyun pun membalas perkataan Sehun dengan cepat-cepat menyuruh mereka untuk pulang.

“Sudahlah, kalian lebih baik pulang saja. Sana cepat !” suruh Baekhyun.

“Ne, ne. Arraseo, kami akan pulang. Annyeong, Hyemi cepat sembuh ne.”

Hyemi pun hanya tersenyum kecut mendengar perkataan temannya yang bernama Eunra itu. Dan setelah Eunra mengatakan itu, mereka ber-3 pun pulang meninggalkan Hyemi dan Baekhyun.

Setelah Eunra, Yeonji, dan Sehun keluar dari ruangan itu, suasana kembali hening. Namun, keheningan itu hilang saat Baekhyun menyuruh Hyemi untuk tidur.

“Hyemi, ini sudah malam. Tidurlah.”

Hyemi pun hanya mengangguk mengerti atas ucapan Baekhyun dan segera memjamkan matanya. Begitu juga Baekhyun yang tidur di kursi dengan ranjang itu.

***

1 Minggu telah berlalu. Inilah saatnya untuk Hyemi dioperasi, dan saat itu juga semua temannya datang untuk menguatkannya agar operasi yang dijalaninya itu berjalan dengan lancar. Ya, kalian tentu saja bertanya bukan, bagaimana Hyemi mendapat biaya operasi sedangkan perusahaan ayahnya hampir bangkrut ? Itu karena Baekhyun yang membiayainya karena sebelumnya ia sudah tau kalau perusahaan ayah Hyemi hampir bangkrut. 

Semuanya sudah berkumpul di ruang rawat Hyemi untuk menunggu dokter datang. Dan tak lama kemudian, dokter pun datang menandakan bahwa operasi ingin dimulai. Dokter dan suster yang lain pun memindahkan Hyemi ke ruang operasi yang diikuti oleh teman-teman Hyemi (Baekhyun, Eunra, Yeonji, Sehun) dari belakang.

Sesampainya di ruang rawat dokter dan suster-suster itu pun tidak membolehkan teman-teman Hyemi untuk masuk karena memang peraturan di rumah sakit seperti itu. Dan mereka pun hanya menuruti perintah dokter untuk menunggunya diluar. Kenapa ayah dan eommanya Hyemi tidak datang ? Karena mereka sedang berada di luar negeri untuk memperbaiki usaha ayahnya yang hampir bangkrut itu, dan mereka juga menitipkan Hyemi pada Baekhyun dan yang lainnya karena mereka sudah dipercaya oleh orangtua Hyemi kalau mereka bisa menjaga Hyemi dengan baik.

***

2 jam pun berlalu dan Baekhyun, Eunra, Yeonji, Sehun pun masih setia menunggu temannya yang bernama Hyemi itu. Dan tak lama kemudian, dokter pun keluar dari ruang operasi itu. Mereka ber-4 yang menyadari dokter telah keluar pun segera menghampiri dokter itu untuk menanyakan operasi Hyemi.

“Dokter, bagaimana dengan teman kami ? Apakah operasinya berjalan dengan lancar ?

“Ne, dokter. Bagaimana operasinya ?

“Ne, operasinya pasti berjalan dengan lancar kan dok ?

“Ya, dok. Kami tau teman kami kuat, jadi bisa dipastikan kalau operasinya berjalan dengan lancar kan dok ?

Pertanyaan bertubi-tubi yang berasal dari 4 orang itu pun membuat dokter yang ada dihadapannya itu kewalahan untuk menjawabnya. Namun, dokter itu segera menjawab pertanyaan ke-4 orang itu karena ia tau pasti ke-4 orang ini sangat menyayangi temannya yang bernama Hyemi itu.

TBC

(To Be Continue)
~~~ ~~~ ~~~ ~~~ 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s